Hariku pucat pasi karena kasih tak lagi mewarnai Harga diri terlucuti oleh sorot mata penuh diskriminasi Mimpiku mati suri tanpa kutahu kapan terbangun lagi Nyali pun bersembunyi lihat diri tak lagi punyai arti Aku nampak kerdil di antara hingar binger duniawi Tak tahu harus pergi atau tetap berdiam disini Kalimat itu tersaji kala kutanyai hati Namun tak berarti kubetah melebur dalam sunyi ini Ingin hati berdiri lalu melangkah pasti Berdendang lantunkan melodi bangunkan mimpi Menyulam serpihan malam menjadi pagi yang berseri Melarung kepedihan ke tengah lautan tak bertepi Namun apa yang terjadi? Inginku tadi tak terbukti Kaki tak mampu berlari bahkan tuk sekedar berdiri Takdir seakan mengikatku disini Membelengguku di ruang lembab tanpa terang penuhi isi Entah kapan ku kan menepi tuk temui arti hidup ini
Akulah si Kerdil

- Author
- eka
- Published date
- Estimated reading time
- 1 min read
- Views count
- 14 kali dibaca
Category: KARFIKSI
Browse other interesting articles in the topics of puisi.
✨ Contribute to Disabilitas.com: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.
