Skip to Main Content

Akulah si Kerdil

Ilustrasi artikel: Akulah si Kerdil tentang KARFIKSI
Ilustrasi artikel: Akulah si Kerdil tentang KARFIKSI
Author
eka
Published date
Estimated reading time
1 min read
Views count
14 kali dibaca
WhatsApp X

Category: KARFIKSI

Hariku pucat pasi karena kasih tak lagi mewarnai Harga diri terlucuti oleh sorot mata penuh diskriminasi Mimpiku mati suri tanpa kutahu kapan terbangun lagi Nyali pun bersembunyi lihat diri tak lagi punyai arti Aku nampak kerdil di antara hingar binger duniawi Tak tahu harus pergi atau tetap berdiam disini Kalimat itu tersaji kala kutanyai hati Namun tak berarti kubetah melebur dalam sunyi ini Ingin hati berdiri lalu melangkah pasti Berdendang lantunkan melodi bangunkan mimpi Menyulam serpihan malam menjadi pagi yang berseri Melarung kepedihan ke tengah lautan tak bertepi Namun apa yang terjadi? Inginku tadi tak terbukti Kaki tak mampu berlari bahkan tuk sekedar berdiri Takdir seakan mengikatku disini Membelengguku di ruang lembab tanpa terang penuhi isi Entah kapan ku kan menepi tuk temui arti hidup ini

Browse other interesting articles in the topics of puisi.

Contribute to Disabilitas.com: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Disabilitas.com langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.