Ade Ihsan adalah mahasiswa disabilitas tunanetra Program Studi Pendidikan Agama Islam yang memiliki semangat dalam dunia dakwah, literasi, dan pengembangan diri. Dengan keterbatasan penglihatan yang dimiliki, ia terus berupaya membuktikan bahwa semangat belajar dan berbagi ilmu tidak mengenal batas.
Melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan di website ini, Ade Ihsan ingin menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin, menginspirasi sesama untuk terus belajar, serta mengajak masyarakat membangun kepedulian, ukhuwah, dan akhlak mulia. Baginya, setiap tulisan adalah sarana dakwah yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan menjadi amal jariyah.
*"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Akbar Ariantono Putra adalah putra kelahiran Bantul, Yogyakarta pada 2 Februari 2003 serta lelaki tunanetra ini menggemari bacaan kritis bernuansa sosial budaya, sejarah, petualangan, dan fantasi. Bermodalkan pembaca layar yang menyuarakan teks di gadget, minat literasinya berkembang dan banyak sudah event sastra yang diikutinya, diantaranya Antologi Cerpen Museum (HUT Sastra Bulan Purnama ke-13) pada 2024 Antologi Puisi Bulan Kelahiran bersama Sastra Bulan Purnama pada 2025, Antologi Puisi Kebangsaan Sastra Bulan Purnama pada 2026, dan Antologi Puisi Mozaik (HUT ke-33 Komunitas Negeri Poci). Selain itu, sebagai lulusan angkatan pertama Sekolah Jurnalistik Disabilitas asuhan Agoes Wiedartono pada 2025, Akbar pernah mempublikasikan karyanya di sejumlah media serta saat ini menjadi kontributor untuk Jogja dan sekitarnya di media daring Suaranegerinews.com. Lelaki dengan nama pena Akbar AP ini dapat ditemukan di Instagram @akbar\_arian223 atau WhatsApp 087737413822.
Aura Chamomile adalah seorang penjelajah kata yang merajut puisi dan prosa sebagai ruang tenang di tengah bisingnya dunia. Melalui tulisannya, ia hadir menawarkan ketenangan, harapan, dan jawaban hangat bagi setiap jiwa yang sedang mencari arah.
Banyu Kanila adalah praktisi teknologi aksesibel dan penulis opini di Kartunet.com. Sehari-hari aktif sebagai trainer aksesibilitas digital dan pengurus di ekosistem organisasi disabilitas, dengan minat khusus pada isu teknologi asistif, kebijakan publik, dan tata kelola organisasi. Pengguna pembaca layar (screen reader) sejak lama, dan percaya bahwa adaptasiβbukan nostalgia pada cara lamaβadalah kunci bertahan di tengah perubahan teknologi yang makin cepat.
Dendy merupakan seorang tunanetra dari kecamatan kecil disebut Pandaan di Kabupaten Pasuruan, kini merantau ke Jakarta untuk bekerja, dan saat ini tinggal di Cibitung, Kabupaten Bekasi
Editor-in-Chief Kartunet. Pria yang punya hobi mendengarkan audiobook ini merupakan peneliti di Pusat Riset Pendidikan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan alumnus S1 Sastra Inggris dari Universitas Indonesia. Saat ini sedang menempuh studi master Social and Public Policy di University of Leeds, Inggris, melalui beasiswa Chevening. Sebagai peneliti tunanetra, Dimas mendedikasikan keahliannya pada advokasi kebijakan publik, pendidikan inklusif, dan kepatuhan aksesibilitas digital standar global (WCAG/IAAP). Lewat Kartunet, ia memimpin arah editorial untuk menyajikan konten digital yang kritis, inklusif, dan ramah aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hello nama saya fatwa nurahim, saya mulai suka menulis sejak sering diberi tugas mengarang oleh guru bahasa Indonesia saya. Enjoy tulisan saya ya, dan semoga kalian suka dengan tulisan saya.
Saya Fransiska Nadia, seorang tunanetra lulusan Sarjana Pendidikan Sejarah yang memiliki minat dalam menulis. Bagi saya, pendidikan tidak hanya disalurkan melalui kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat disalurkan melalui berbagai tulisan yang informatif, menarik, dan penuh inspirasi.
Istiqomah adalah seorang ibu single parent, dia adalah seorang yang berprofesi sebagai terapis dan juga penjual minuman herbal serta aneka macam kuliner. Alhamdulillah minuman herbal itu banyak dikenal orang dan dapat menambah stamina atau kesehatan tubuh sehingga Istiqomah dikenal sebagai Dapur Mama Iko atau seorang penjual bir pletok dan dengan pembuatan minuman herbalnya sebagai pendukung profesinya sebagai seorang terapis.
Penulis menjalani hidup dengan tenang dan sesekali menulis kegelisahan yang ditemuinya. Ia menyukai novel sebagai pembaca, tetapi belum cukup sabar untuk menjadi novelis.
Mahmud Faiz Haifan adalah seorang penyandang tunanetra total dari Bekasi. Saat ini, Faiz sedang menempuh kuliah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dalam program studi Sastra Inggris
Prima Agus Setiyawan, atau Masprim.
Tunanetra asal Yogyakarta yang suka nulis, jadi MC, nyanyi, dan utak-atik teknologi.
Salah satu penulis buku "Antologi Cerpen Merdekanya Rasa" 2024.
Saya adalah seorang penulis yang gemar merangkai cerita dan menikmati dunia novel. Ketertarikan saya terhadap teknologi serta komputer menjadi inspirasi utama dalam setiap karya yang saya tulis.
Seorang cerebral palsy yang menemukan kebebasan berekspresi dalam dunia teknologi dan sastra, serta tumbuh dari hangatnya ekosistem pertemanan netra. Dari balik layarnya, ia membuktikan bahwa algoritma kode dan racikan kata selalu bisa bersuara utuh.
Supriyati, perempuan kelahiran Gunungkidul pada 9 Oktober 2001, menembus keterbatasan penglihatannya melalui kecintaan yang mendalam pada dunia menulis. Lewat karya-karyanya dengan nama pena Phoenix10, ia membangkitkan keindahan rasa dan inspirasi bagi para pembacanya.