Skip to Main Content

Komunitas Disabilitas Serahkan Draft RUU Penyandang Disabilitas ke Sekjen DPR RI

Ilustrasi artikel: Komunitas Disabilitas Serahkan Draft RUU Penyandang Disabilitas ke Sekjen DPR RI tentang Isu Disabilitas
Ilustrasi artikel: Komunitas Disabilitas Serahkan Draft RUU Penyandang Disabilitas ke Sekjen DPR RI tentang Isu Disabilitas
Published date
Estimated reading time
2 min read
Views count
23 kali dibaca
WhatsApp X

Category: Isu Disabilitas

Jakarta, Kartunet - Komunitas penyandang disabilitas yang diwakili oleh kelompok kerja (pokja) RUU disabilitas serta beberapa wakil organisasi disabilitas tingkat nasional bertemu sekjen DPR RI, DR. Winantuningtyastiti, M.Si, untuk menyerahkan naskah RUU disabilitas usulan dari masyarakat (21-05). Selain Sekjen, ada pula Deputi Hukum dan Perundang-Undangan yang mendampingi Sekjen bertemu perwakilan masyarakat penyandang disabilitas ini.

Pada pertemuan itu, anggota pokja mempresentasikan isi RUU disabilitas yang telah disusun dan yang sebelumnya telah disosialisasikan ke masyarakat penyandang disabilitas dari pelbagai daerah di Indonesia melalui dua kali pertemuan konsultasi nasional. Kepada Sekjen DPR RI, komunitas disabilitas menyampaikan harapan agar pembahasan RUU disabilitas dilakukan oleh sebuah “panitia khusus”, serta disahkannya RUU disabilitas ini pada akhir September, sebelum periode kerja DPR masa bakti 2009-2014 berakhir.

Winantuningtyastiti menyambut positif aspirasi komunitas disabilitas ini. Ia mengatakan bahwa mengingat luasnya cakupan RUU disabilitas ini, yang melingkupi seluruh aspek kehidupan penyandang disabilitas di Indonesia, memang sangat masuk akal jika pembahasannya dilakukan oleh “panitia khusus”. Pada kesempatan pertemuan ini, Sekjen DPR juga menyampaikan naskah RUU disabilitas yang telah disusun oleh tenaga ahli DPR.

Ia menyampaikan bahwa Adanya masukan bahan dari masyarakat penyandang disabilitas akan melengkapi draft yang telah dibuat oleh DPR selama ini. Sekjen menyampaikan pula bahwa pembahasan RUU disabilitas di Badan Legislasi (Baleg) juga sudah berlangsung. RUU disabilitas baru yang akan menggantikan Undang-Undang nomor 4 tahun 1997 merupakan Undang-Undang Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebagai sebuah Undang-Undang HAM, Undang-Undang disabilitas baru ini yang terdiri dari 15 bab dan 290 pasal bersifat implementatif. Beberapa hal penting yang akan diatur oleh Undang-Undang disabilitas baru ini, antara lain adalah pendataan penyandang disabilitas yang dilakukan satu kali dalam lima tahun, penyandang disabilitas di Indonesia akan memiliki “kartu tanda disabilitas (KTD), dengan KTD ini penyandang disabilitas berhak mendapatkan “konsesi” atau potongan biaya di pelbagai bidang, misalnya transportasi, biaya listrik dan air.

Undang-Undang disabilitas baru juga akan melahirkan “komisi nasional disabilitas Indonesia (KNDI)”, sebuah lembaga negara independen yang akan memantau pelaksanaan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di Indonesia.(DPM)

Browse other interesting articles in the topics of advokasi disabilitas.

Contribute to Disabilitas.com: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Disabilitas.com langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.